Ingin Melatih Kemandirian Anak Dengan Memisahkan Tempat Tidurnya? Bagi Kamar Anak Dibawah 10 Tahun Dengan Cara Ini!

Ketika anak sudah menginjak usia di atas 4 tahun, tepatnya usia PAUD, maka anak mulai bisa dilatih kemandirian nya. Salah satunya adalah dengan memisahkan tempat tidurnya, dan mengajarkan anak untuk lebih berani tidur sendiri. Untuk menyiasatinya, tidak perlu membangun kamar sendiri, cukup gunakan sekat ruangan untuk memisahkan kamar mereka.

Tips membagi Kamar Anak dibawah 10 Tahun Menggunakan Partisi Ruangan

Membagi kamar anak bukanlah hal yang mudah, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan agar kamar tidak terkesan sempit dan nyaman untuk anak. Selain itu, bagi yang memiliki anak lebih dari satu, maka kamar harus dibagi dengan luas yang sama rata agar tidak terjadi kecemburuan. Berikut tips membagi kamar untuk anak dibawah 10 tahun

1. Sesuaikan Jarak

Walaupun menggunakan partisi ruangan, pastikan untuk membuat jarak yang agak luas di dalam kamar anak, agar mereka tetap merasa nyaman di dalamnya.  Sisakan ruang minimal 3 meter dari tempat tidur, agar anak bebas bergerak dan ada ruangan bermain di dalam kamar. Jika anak sudah mulai  besar, maka sesuaikan kembali jaraknya sesuai kebutuhan dengan memanfaatkan kelebihan dari partisi ruangan yang bisa dibongkar pasang  dengan mudah.

2. Beri Sekat yang Tidak Jauh dari Tempat Tidur

Salah satu keunggulan menggunakan pembatas ruangan dibandingkan dengan membangun tembok pembatas adalah orang tua bisa membangun kamar yang satu ruangan dengan anak, sehingga  jarak dan posisinya bisa disesuaikan. Hal ini penting untuk memantau keadaan anak, karena jika posisi pembatas terlalu jauh dengan tempat tidur, maka orang tua tidak bisa mendengar kegiatan anak di dalam kamar.

3. Jangan Gunakan Pembatas yang Kedap Suara

Masih berkaitan dengan pemantauan keamanan anak, maka orang tua harus menggunakan pembatas yang tidak kedap suara. Dengan demikian segala kegiatan anak, akan bisa dipantau karena suaranya terdengar dari kamar orang tua. Misalnya ketika anak masih bermain saat larut malam, ataupun ketika terjatuh dan menangis ketakutan di kamar.

Jika menggunakan sekat ruangan yang membatasi langsung dengan kamar orang tua, maka kemandirian anak bisa dilatih perlahan sehingga anak bisa lebih nyaman dibawah pantauan orang tua. Dibandingkan harus membangun ruangan sendiri dan memaksa anak untuk berani di dalam tanpa pantauan sedikitpun.

4. Perluas Kamar dengan Mengatur Posisinya Lebih Tinggi

Jika ruangan dirasa terlalu sempit karena dibatasi dengan pembatas ruangan, orang tua bisa menciptakan kamar yang mengasyikkan dan terasa luas dengan membangunnya di atas dan menghubungkan menggunakan tangga. Dengan posisi kamar di atas, orang tua bisa membangun perosotan atau tangga yang menghubungkan kamar dengan lantai sekaligus sebagai media bermain anak.

Sementara itu ruangan kosong di bawah tempat tidur bisa dimaksimalkan sebagai ruangan bermain anak. Namun, perhatikan tinggi tangga dan perosotan, agar tidak membahayakan anak ketika naik dan turun dari tempat tidur.

5. Gunakan Sekat Full Color

Agar kamar terasa lebih nyaman, gunakan pembatas yang full color dengan cara menempelkan hiasan dinding pada sekatnya. Orang tua bisa membuat pembatas terlihat lebih menarik anak dengan cara memasang gambar-gambar hewan, tokoh kartun, serta alfabet untuk media belajar anak yang tentunya berwarna warni.

Memisahkan kamar tidur anak merupakan cara yang sangat ampuh diterapkan untuk melatih anak hidup mandiri. Namun, agar tidur sendiri tidak menakutkan anak, orang tua bisa memanfaatkan partisi ruangan yang pemasangannya lebih mudah dan memungkinkan untuk dipantau. Beberapa tips di atas sangat patut untuk dicoba agar kamar anak yang hanya dibatasi menggunakan sekat ruangan tidak terkesan sempit dan memberi kesan tidak nyaman.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *