Inilah Faktor yang Menjadi Penyebab Ruangan Terasa Pengap

Kalau sedang hari libur atau weekend, paling enak tidur dan istirahat di rumah kan? Sambil membaca buku, tiduran di atas kasur, atau melakukan apapun yang kamu sukai. Namun, kalau misal kamarnya panas, pastinya bete banget kan? Memang sih, ada beberapa cara mengatasi pengap dan panas di dalam rumah. Namun, sebelum kamu meminta bantuan kepada kontraktor hvac (pihak yang menyediakan jasa terkait dengan pemanasan dan pendinginan industri), kamu juga harus tau apa saja yang membuat kamar atau ruangan menjadi pengap. Untuk itu, simak terus ulasan di bawah ini.

Posisi Kamar Atau Ruangan

Di dalam ilmu arsitektur, ada yang namanya orientasi bangunan atau cara menentukan peletakan sebuah ruang di dalam sebuah rumah atau bangunan. Kamu bisa memeriksa posisi ruangan yang sedang kamu tempati. Karena mungkin saja, ruang tersebut ada di satu sisi (barat, misalnya) di mana ia mendapat lebih banyak paparan sinar matahari sehingga lebih terasa panas. Maka, sebelum membangun rumah, kamu boleh deh menghindari sisi barat, karena ia terkenal dengan kencangnya sinar matahari yang akan kamu dapat. Para kontraktor hvac seperti Lightning.co.id pasti paham sekali akan hal ini.

Pemilihan Material Atap

Salah satu fungsi dari atap rumah adalah pelindung gedung dari paparan matahari serta cuaca lainnya. Saat kamu merasa kamar atau sebuah ruang itu panas, maka kamu bisa memastikan lebih dahulu jika kamu sudah menggunakan material (bahan) atap yang tepat. Nah, pada bagian pelapis atap, genteng memiliki fungsi menjaga kestabilan suhu ruang. Berbeda lagi kalau kamu memakai material seperti seng atau asbes, maka ruangan itu akan terasa panas. Hal ini terjadi karena reduksi panas bisa dilakukan dengan cara merendam panas yang ada di atap seng. Atap menjadi hal yang penting untuk menentukan kenyamanan kamu di dalam sebuah ruangan.

Plafon yang Rendah

 

Plafon yang Rendah

Bukan hanya menjadi tugas para kontraktor hvac saja, kamu juga harus tau bahwa posisi plafon yang rendah bisa menyebabkan ruangan menjadi lebih panas. Standar tingginya plafon dari lantai biasanya berkisar sekitar 3 meter. Mungkin saja, kalau kamu merasa pengap dan panas, plafon kamu bisa jadi terlalu rendah (berkisar 2,5 meter). Hal ini menjadikan udara yang masuk tak mengalir ke dalam ruangan dengan baik karena tidak mempunyai space yang cukup untuk akomodasi pertukaran udara.

Ketiadaan Ventilasi Udara

Nah, elemen yang tak kalah penting, yaitu ventilasi udara. Setiap ruang dalam sebuah gedung atau rumah butuh ventilasi untuk menyaring udara di dalam kamar dan menukarnya dengan udara dari luar ruangan. Tak hanya itu saja, ventilasi juga berfungsi sebagai penunjang kesehatan penghuninya karena mencegah kamar tidur dari lembab dan pengap. Standar ventilasi yang bagus adalah 1:3 dengan luas lantai sebuah ruangan. Ventilasi ini, secara keseluruhan bertugas menukar udara yang pengap dan panas di dalam dengan udara yang baru dan segar.

Letak Jendela yang Tidak Tepat

 

Letak Jendela yang Tidak Tepat

Yang terakhir adalah letak jendela yang tidak tepat. Jendela adalah elemen penting dalam pembentukan ruangan atau kamar. Tak hanya sebagai tempat keluar masuknya udara, jendela memiliki berfungsi mendatangkan cahaya dari luar kamar. Karenanya, pastikan bahwa kamu sudah memasang jendela di sisi yang tepat. Kalau tidak, ya bisa jadi suasana di kamar itu pengap. Layaknya kamar yang bisa mempunyai suasana yang panas, jendela yang diletakkan di arah barat juga berpotensi terkena paparan sinar matahari lebih banyak.

Oleh karenanya, kalau memang belum paham cara untuk membuat rumah terasa nyaman dan anti-pengap, kamu bisa kok berkonsultasi dengan meminta bantua para pakar kontraktor hvac. Karena mereka memang berpengalaman di bidang panas dan dingin suhu ruang.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *